Cara Membedakan Ikan Cupang Jantan dan Cupang Betina

Cara membedakan ikan cupang jantan dan betina sangatlah mudah, namun bagi anda yang masih newbie/baru dalam mengetahui cara membedakan ikan cupang jantan dan betina anda dapat melihat Dibawah ini :
cara membedakan ikan cupang jantan dan betina adalah sebagai berikut :


Cupang jantan
- Gerakannya lincah   
- Tubuhnya langsing
- ekornya panjang dan mekar indah jika di dekatkan pada cupang lain
- Warna tubuhnya menarik   

Cupang Betina
- Tubuhnya gempal
- Pergerakannya lamban
- Ada titik putih pada perut nya
- Warnanya agak kusam/kurang menarik
Cupang Jantan
Cupang Betina

» Read More...

 Sebagai pecinta cupang yang telah berhasil melakukan budidaya ikan cupang dengan mudahnya dan menjadikannya sebuah bisnis. Tentu semua hal itu tidak jauh dari yang namanya kontes, dari seluruh dunia membanggakan ikan hasil breeding-nya sendiri-sendiri. Bagaimana dengan nasib penilaian kontes ikan cupang plakat?

Kita di sini tentu akan memperhatikan bagaimana seekor ikan cupang untuk ikut dalam sebuah kontes atau kejuaraan. Semua ikan cupang yang dilombakan mempunyai kelasnya tersendiri. Dan juga mempunyai karakter atau bentuk badan yang berbeda dengan yang lainnya. Jika ingin mengikuti kontes dan ingin memenangkan kontes ikan cupang, maka hal terbaik adalah mempelajarinya dahulu sebelum mengikutkan ikan cupang anda di kontes ikan cupang hias. Dan lagi untuk semua jadwal kontes yang bisa anda ikuti telah disimpan menjadi artikel di jadwal lengkap kontes ikan cupang internasional.
Seperti saya, penyuka ikan cupang plakat harus memperhatikan semua bagian dari tubuh ikan yang menjadi standar penilaian kontes ikan cupang plakat. Semua itu bertujuan untuk mendapatkan kesempatan untuk menang. Nah, seperti apa saja itu standar penilaian kontes ikan cupang plakat? Kita bisa simak dari kutipan berikut ini:
Sirip punggung: Sirip punggung harusnya setengah lingkaran dan lebih disukai bukaannya seperti kipas. Yang paling ideal sirip punggung tumpang tindih dengan bagian atas sirip ekor. Ujung depan sirip punggung dapat meruncing atau sedikit membulat. Kapasitas dari sirip untuk membuka sering diperoleh tidak dengan besarnya volume, akan tetapi dengan banyaknya cabang tulang sirip. Sirip atas yang tumpang melewati tubuh kurang disukai.
Sirip ekor: Tidak seperti plakat tradisional, standard penilaian sirip ekor sama dengan standar pada cupang kontes, Bukaan bentang ekor harus 180 derajat, tulang yang lurus, ujung sudut meruncing, dan berbentuk setengah lingkaran (meyerupai huruf D), tidak lebih panjang dari 1/3 badannya. Percabangan tulang ekor harus sama dan merata disemua tulang dan memiliki cabang tulang 4 atau lebih namun tidak berlebihan.. Bukaan ekor lebih dari 180 derajat (overhalfmoon/OHM) tidak lebih disukai daripada bukaan ekor setengah lingkaran (180 derajat).
Sirip Bawah: Sirip bawah memiliki bentuk trapezium dengan ujung bagian depannya (anterior) lebih pendek dari ujung bagian belakangnya (posterior). Dari ujung depan sirip bawah ke ujung belakangnya menurun hingga ujung belakangnya (Posterior) meruncing. Panjang tulang sirip bawah yang terpanjang idealnya dua kali atau lebih (lebih disukai) lebih panjang dari tulang ekor yang terpanjang. (lihat gambar dibawah) Saat ngedok, ujung depannya terangkat maju dan ujung belakangnya harus overlap atau tumpang tindih dengan bagian bawah sirip ekor.
Sirip Dasi: Meruncing seperti pisau yang menghadap kebawah dengan lancipnya menghadap kebelakang. Sirip dasi harus penuh, sama panjang, dan tidak terlihat bersilang secara permanen. Panjang sirip dasi sedikitnya harus sama dengan panjang sirip bawah yang terpanjang.
Sirip Dayung: Sama seperti standard cupang kontes yang lain.
Kesalahan Pada Bentuk dan Sirip Plakat Kontes
  1. Sirip dasi sedikit lebih pendek dari 2/3 panjang badan (Kesalahan ringan)
  2. Sirip dasi tidak bercabang lebih disukai, bercabang (Kesalahan Ringan)
  3. Tulang sirip pada ekor yang terdekat dengan sirip punggung dan sirip bawah lebih pendek
    dari tulang sirip ekor bagian tengahnya, menyebabkan sudut ekor bagian atas dan
    bawahnya membulat (Kesalahan kecil)
  4. Sirip punggung tidak memiliki cabang utama (Kesalahan kecil)
  5. Panjang sirip dasi setengah dari panjang badan atau sedikit kurang (Kesalahan kecil)
  6. Pencabangan pada sirip ekor < 3 derajat (Kesalahan kecil)
  7. Sirip bawah tidak terlihat jelas menurunnya dari bagian paling depan (anterior) ke bagian
    paling belakang (posterior) (Kesalahan besar)
  8. Ujung pada sirip bawah tidak meruncing dan panjang (Kesalahan besar)
  9. Bukaan sirip ekor kurang dari 180 derajat (Kesalahan besar)
Nah, apakah ikan cupang plakat anda sudah memenuhi standar kriteria di atas? Kalau belum hendaknya kita breeding ikan cupang plakat dari indukan yang bagus pula. Semua anakan biasanya menurun dari indukan baik dari segi warna maupun ekor.

» Read More...

Cari Blog Ini

Our Partners

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Recent Comments

adsense link 728px X 15px

RECENT READER

Featured Content

Paling Banyak Dibaca Lelaki Hidung Belang

Resources and Tools