PILIH LAMAN DISINI

Budidaya Ikan Cupang

Pemeliharaan Cupang

Budidaya cupang

Untuk memastikan semua waktu dan usaha kita tidak akan sia-sia, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. contohnya ketersediaan pakan alami seperti infusoria, cacing serat, cacing cuka, kutu air dan artemia. burayak cupang berumur 3 sampai 10 hari memerlukan pakan alami berukuran mikron. saya pribadi menggunakan pakan alami infusoria. pengulturan menggunakan produk Interpet Liquidfry no:1.

 Memilih indukan

Ciri fisik induk jantan harus bertubuh lebar, tulang sirip besar dan kasar. bukaan pangkal ekor seimbang dengan sirip punggung dan anal. Hingga secara keseluruhan cupang terlihat memiliki komposisi yang sempurna. Lalu bila hendak menghasilkan keturunan warna solid tentunya pilih ikan yang memiliki karakteristik warna solid. pilih yang ujung siripnya tidak transparan, dibagian ujung sirip perut tidak ada putih dan seluruh sirip tanpa serat berwarna lain. bila perlu selidiki dahulu sejarah keturunan cupang tersebut, apakah cupang itu memiliki sejarah keturunan warna solid. karena hal tersebut akan juga menentukan kekuatan genetik warna solid di keturunan selanjutnya. 
Sementara indukan betina sudah matang telur, usia antara 4-6 bulan. tulang sirip besar dan kasar, warna tubuh sesuai dengan warna yang hendak dibudidaya

Perkawinan

Gunakan wadah berukuran 40x50x30, atau baskom diameter 40-50 cm. Lalu masukan induk jantan kedalam wadah pemijahan. gunakan potongan plastik transparan berbentuk lingkaran sebagai sarana peletakan sarang busa. dan beri beberapa tetes antibiotik agar air terbebas dari virus. juga tidak lupa gunakan lampu uv yang dinyalakan terus menerus hingga burayak sudah bisa berenang sendiri.

lalu setelah 30 menit masukan indukan betina yang dimasukan kedalam toples transparan kedalam wadah pemijahan. biarkan selama 3-4 jam bila kedua induk terlihat saling berjodoh. jantan lebih banyak membuat sarang busa dan betina terlihat garis vertikal dibagian tubuhnya, dan sering menundukan kepala kearah dasar wadah bila indukan jantan mencoba menghampirinya. lalu tuangkan sang betina hingga menyatu dengan indukan jantan. tinggalkan -+ selama 18 jam.

Setelah lebih dari 18 jam keduanya akan melakukan proses perkawinan yang berlangsung selama 3-6 jam. indukan jantan akan menggiring betina ke bawah sarang busa dan kemudian jantan akan melipatkan tubuhnya kepada betina dan menekan perut betina. disaat perut betina yang ditekan akan mengeluarkan telur lalu dengan cepat jantan akan membuahinya dengan sperma. setelah itu jantan akan mengumpulkan telur yang jatuh kedasar wadah dan disemburkan kesarang busa yang telah dibuatnya.

Perkawinan berakhir bila induk betina sudah memisahkan diri dari indukan jantan. disaat itu betina sudah boleh diangkat dari wadah dan dirawat kembali selama 3-6 minggu untuk kembali bisa melakukan perkawinan. Di habitat aslinya telur yang berada disarang busa akan dijaga indukan jantan agar terjaga dari marabahaya seperti serangan cupang lain yang hendak ingin memakan telur-telur tersebut. telur akan menetas 28-35 jam.dan burayak yang baru menetas membawa kantong telur hingga sementara tidak perlu diberikan pakan. sampai 3-4 hari kantong telur akan habis dititik ini burayak harus segera diberikan pakan mikro seperti yang telah saya jelaskan diatas. Setelah 5 hari burayak akan menyebar dipermukaan wadah. itu pertanda burayak sudah bisa berenang dan jantan boleh diangkat dari wadah pemijahan. agar burayak tidak terjaring oleh saringan angkat indukan jantan menggunakan tangan yang telah dicuci bersih.

Burayak berumur 3 minggu sudah boleh dipindahkan ke kolam/akuarium pembesaran. dan pemberian pakan dilakukan sebanyak minimal 2 x sehari dan pengsifonan kotoran dikolam dilakukan seminggu sekali. agar cupang tumbuh sehat dan berwarna cemerlang kombinasi pakan alami seperti cacing sutra, udang cincang, kutu air, jentik nyamuk dan cacing darah. dan kontrol pH dan dH air setiap 3 minggu sekali mengunakan testkit yang tersedia ditoko-toko ikan hias.

Selamat Berexperimen